Wartaspesial.com, Bandarlampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melepas mahasiswa Program Magang Internasional ke Taiwan dari kampus Nusadaya Academy Bandar Lampung, Selasa (21/4/2026).
Acara pelepasan turut dihadiri oleh jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemprov Lampung, perwakilan Pemerintah Kota Bandar Lampung, BP3MI Lampung, serta jajaran pimpinan dan dosen Nusadaya Academy.
Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menyampaikan rasa bangga dalam rangka melepas putra-putri terbaik Lampung untuk mengikuti program magang internasional di Taiwan
“Dari Lampung, kita kembali melepas generasi muda untuk melangkah lebih jauh, mencari pengalaman, dan membawa nama baik daerah kita ke tingkat internasional,” ujarnya.
Gubernur Mirza menekankan bahwa kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kunci utama bagi kemajuan sebuah daerah.
“Ciri peradaban atau daerah yang mau maju itu satu saja: SDM-nya harus berkualitas. Meskipun sebuah daerah kaya akan sumber daya alam, jika SDM-nya tidak mumpuni, daerah tersebut tidak akan berkembang maksimal,” ujarnya.
Gubernur Mirza memaparkan bahwa Lampung memiliki bonus demografi yang besar, dimana 71 persen penduduknya berada pada usia produktif.
“Dunia saat ini, seperti Taiwan dan Jepang, sangat membutuhkan tenaga kerja produktif karena usia angkatan kerja mereka yang mulai menua. Indonesia, khususnya Lampung, memiliki potensi besar untuk mengisi kebutuhan tersebut,” ujar Gubernur Mirza
“Disisi lain, Orang Lampung juga dikenal ramah, adaptif, dan memiliki etos kerja yang baik,” tambahnya.
Lebih dari itu, Gubernur Mirza juga menargetkan peningkatan jumlah pengiriman tenaga kerja profesional dan mahasiswa magang ke luar negeri. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi secara masif pengiriman TKW dari Lampung.
Dalam mendorong hal tersebut, Gubernur Mirza menuturkan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong pendidikan vokasi, supaya apa yang dipelajari di sekolah benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah membuka peluang kerja ke luar negeri, termasuk ke Jepang. Bahkan sekarang sudah ada Program Kelas Migran Vokasi Jepang untuk siswa SMA dan SMK di Lampung.
Program ini menyiapkan siswa dengan kemampuan teknis, bahasa, dan juga pemahaman budaya kerja, supaya benar-benar siap saat masuk ke dunia kerja internasional.
“Kami menargetkan tahun ini ada sekitar 1.000 lulusan SMA yang diberangkatkan setelah melalui pelatihan bahasa. Kami ingin mengirimkan tenaga profesional,” ujarnya.
Kepada para peserta magang yang akan berangkat selama 18 bulan ke Taiwan, Gubernur Mirza berpesan agar mereka tidak hanya bekerja, tetapi juga menjaga perilaku karena mereka adalah representasi bangsa.
“Kalian bukan sekadar mahasiswa magang, kalian adalah duta daerah Lampung dan representasi Indonesia. Jaga sikap dan karakter. Jika kalian menunjukkan kinerja yang baik, maka nama baik Indonesia akan harum di mata dunia,” pesan Gubernur Mirza.
Dalam kesempatan yang sama, CEO Nusadaya Academy Raden Priyantoro menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya membantu program pemerintah dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui skema Kelas Migran Vokasi (KMP).
Program ini menjadi solusi bagi lulusan SMA/SMK yang sering kali menghadapi dilema antara bekerja atau melanjutkan kuliah karena kendala biaya.
”Melalui program ini, adik-adik tidak hanya magang, tetapi tetap menjadi mahasiswa aktif yang menjalankan studi di luar negeri. Mereka mendapatkan uang saku sekitar Rp12,9 juta dengan seluruh biaya hidup dan tempat tinggal yang sudah ditanggung,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa para mahasiswa telah dibekali kemampuan bahasa Inggris dan Mandarin agar siap menjadi warga dunia yang kompetitif.

